Cara Jitu Negosiasi Gaji & Menghitung Target Penghasilan

Sebagai fresh graduate, mendapatkan pekerjaan pertama adalah pencapaian besar. Namun, tantangan berikutnya yang sering kali menimbulkan kecemasan adalah negosiasi gaji. Banyak lulusan baru merasa kurang percaya diri atau takut permintaan mereka akan ditolak oleh perusahaan.

Berikut ini adalah beberapa tips negosiasi yang bisa membantu kamu mendapatkan gaji terbaik dalam pekerjaan pertamamu.

Tips Negoisasi untuk FreshGraduate

1. Melakukan Riset

Banyak perusahaan memang memiliki standar gaji tertentu, tetapi bukan berarti tidak ada ruang untuk bernegosiasi. Sebelum memulai negosiasi, langkah pertama yang harus dilakukan adalah riset. Kamu perlu mengetahui standar gaji untuk posisi yang kamu lamar di industri yang kamu pilih. Gunakan berbagai sumber seperti situs pencari kerja, forum profesional, dan jaringan alumni untuk mendapatkan gambaran gaji yang wajar.

Selain gaji, cari tahu juga mengenai kisaran tunjangan dan benefit lain yang umum diberikan oleh perusahaan di industri tersebut. Riset juga untuk kisaran UMR untuk posisi yang kamu pilih, sehingga tidak adaketimpangan pada negoisasinya. Dengan memiliki data yang kuat, kamu dapat bernegosiasi dengan percaya diri dan tidak mengajukan angka yang terlalu rendah atau tinggi.

2. Berikanlah Alasan yang Kuat

Saat mengajukan angka gaji yang kamu inginkan, pastikan kamu memiliki alasan yang kuat. Jangan sekadar menyebutkan angka tanpa dasar yang jelas. Kamu bisa menyoroti keahlian yang kamu miliki, pengalaman magang, proyek yang pernah kamu kerjakan, serta sertifikasi yang relevan dengan pekerjaan yang kamu lamar. Selain itu, kamu juga bisa menekankan bagaimana keterampilan dan pengalamanmu bisa memberikan kontribusi bagi perusahaan.

Menunjukkan pencapaian dan kompetensi yang dimiliki bisa menjadi nilai tambah dalam negosiasi. Jika kamu memiliki keterampilan khusus yang dibutuhkan oleh perusahaan, ini bisa menjadi alasan yang kuat untuk mendapatkan gaji lebih tinggi. Kamu yakinkan bahwa keterampilan kamu akan sangat berguna bagi perusahaan dan kamu dapat berkontribusi besar

Baca juga: 6 Syarat Kerja di Jepang Yang Perlu Kamu Ketahui!

3. Tanyakan Benefit yang Didapatkan

Beberapa perusahaan memiliki batasan dalam memberikan gaji tinggi untuk fresh graduate, tetapi mereka bisa menawarkan benefit atau manfaat lain seperti tunjangan kesehatan, bonus tahunan, atau kesempatan pelatihan profesional. Jangan ragu untuk menanyakan benefit apa saja yang akan kamu dapatkan di luar gaji pokok.

Hal ini bisa membantumu melihat gambaran kompensasi secara keseluruhan dan mempertimbangkan apakah penawaran tersebut layak diterima atau masih bisa ditingkatkan. Dengan menanyakan benefit tambahan, kamu bisa mendapatkan keuntungan lebih banyak dari sekadar angka gaji.

Selain tunjangan kesehatan dan bonus, ada juga benefit lain yang bisa dipertimbangkan. Misalnya, beberapa perusahaan menawarkan fleksibilitas kerja, kesempatan untuk mendapatkan sertifikasi, atau cuti tambahan

4. Gunakan Bahasa yang Sopan

Negosiasi bukanlah tempat untuk menantang atau menuntut, melainkan diskusi yang harus dilakukan dengan sikap profesional dan sopan. Pastikan kamu menyampaikan keinginanmu dengan bahasa yang sopan dan tidak terkesan memaksa. Gunakan kalimat seperti, “Berdasarkan riset yang saya lakukan, kisaran gaji untuk posisi ini berada di angka sekian. Saya ingin mendiskusikan kemungkinan untuk mendapatkan kompensasi yang lebih sesuai dengan pengalaman dan keterampilan saya.” Dengan pendekatan dan kalimat yang baik, perusahaan akan lebih menghargai permintaanmu dan lebih terbuka untuk bernegosiasi.

Selain itu, penting untuk mendengarkan tanggapan dari perekrut dengan penuh perhatian. Jika perusahaan memberikan alasan mengapa mereka tidak bisa memenuhi permintaanmu, tanggapilah dengan sikap terbuka. Hindari sikap untuk tetap memaksakan kehendak atau bahkan membuat risih dalam menyampaikan argumenmu.

ape

Tertarik kerja  di Luar Negeri, Tapi bingung mulai dari mana?

Yuk konsultasi dengan WorkAbroad.id untuk bantu persiapan bekerja di Luar Negeri.

Klik tombol di bawah ini, dan mulai perjalanan karir internasional di Luar Negri! 👇

Indonesia Kembali Kirim Pekerja Migran ke Arab Saudi Tahun Ini!

 

5. Menghitung Target Penghasilan

Sebelum negosiasi, tentukan target penghasilan yang ingin kamu capai. Perhitungkan biaya hidup, kebutuhan sehari-hari, dan tabungan yang ingin kamu miliki. Dengan mengetahui angka yang realistis, kamu bisa mengajukan penawaran yang masuk akal dan tetap kompetitif. Jika perusahaan tidak bisa memenuhi ekspektasimu sepenuhnya, tetapi menawarkan benefit lain yang menarik, kamu bisa mempertimbangkannya.

Untuk menghitung target penghasilan, kamu bisa mulai dengan mencatat seluruh pengeluaran bulanan yang diperlukan, seperti biaya makan, transportasi, sewa tempat tinggal, dan kebutuhan lainnya. Setelah itu, tambahkan dana darurat dan tabungan yang ingin kamu sisihkan setiap bulan. Bandingkan jumlah ini dengan standar gaji di industri yang kamu incar agar angka yang kamu ajukan tetap realistis.

Mengetahui target penghasilan membantumu memahami batas negosiasimu. Jangan mengajukan angka yang terlalu tinggi tanpa mempertimbangkan kondisi pasar dan kemampuan perusahaan. Pastikan angka yang kamu ajukan sesuai dengan riset yang telah kamu lakukan. Dengan memiliki angka minimum dan maksimum, kamu bisa lebih fleksibel dalam diskusi.

Baca juga:Kupas Tuntas Undang-Undang untuk Tenaga Kerja

6. Persiapan dan Latihan

Negosiasi gaji bisa menjadi situasi yang menegangkan, terutama jika ini adalah pengalaman pertamamu. Oleh karena itu, lakukan latihan sebelum menghadapi wawancara. Kamu bisa berlatih dengan teman atau mentor agar terbiasa menyampaikan permintaan dengan jelas dan percaya diri.

Selain itu, persiapkan juga daftar pertanyaan yang mungkin diajukan oleh perusahaan dan latihan menjawabnya dengan lancar. Latihan ini akan membantumu menghindari kebingungan saat wawancara berlangsung. Jika perlu, rekam dirimu saat berlatih dan evaluasi bagaimana cara berbicaramu agar lebih meyakinkan.

Terakhir, pastikan kamu memahami bahasa tubuh dan nada bicaramu. Kontak mata, postur tubuh yang tegap, serta intonasi yang jelas akan memberikan kesan percaya diri.

Contoh Pertanyaan dan Jawaban untuk Negoisasi Gaji:

Negosiasi gaji adalah tahap penting dalam proses rekrutmen yang membutuhkan persiapan matang dan strategi tepat.  Misalnya, jika rekruter menawarkan gaji di bawah rata-rata, Anda bisa mengatakan, Terima kasih atas tawarannya. Pertama-tama, saya sangat tertarik dengan pekerjaan dan perusahaan ini. Akan tetapi, menurut riset yang sudah saya lakukan, biasanya gaji untuk posisi ini adalah [sebut nominal]. Apakah memungkinkan juga untuk saya mendapatkan angka tersebut? Selain riset, siapkan alasan kuat mengapa Anda layak mendapatkan gaji yang diminta, seperti pengalaman, keterampilan, atau kontribusi yang bisa Anda berikan.

Jika kamu sedang dalam proses negosiasi dengan beberapa perusahaan dan mendapatkan tawaran lebih tinggi, gunakan ini sebagai bahan negosiasi. Contohnya, kamu bisa mengatakan, Terima kasih atas tawarannya. Saya sangat tertarik dengan pekerjaan dan perusahaan ini. Akan tetapi, saya juga dalam proses negosiasi dengan perusahaan lain. Jika boleh saya menegosiasikan gaji di angka [sebut nominal], akan lebih mudah bagi saya untuk membuat keputusan.” Selain itu, penting untuk menghitung target penghasilan dengan matang, tidak hanya berdasarkan gaji bulanan, tetapi juga kebutuhan finansial jangka panjang seperti biaya hidup, tabungan, dan investasi.

 

Tertarik untuk bernegoisasi? Yuk, persiapkan dirimu dengan bimbingan dan persiapan dokumen untuk membangun  karirmu  bersama WorkAboard!

Yuk konsultasi dengan konsultan expert WorkAboard agar persiapan kerja di luar negerimu lebih terarah.

Butuh bantuan lain untuk memulai karier di luar negeri? Cek program terbaik dari WorkAboard untuk persiapan kerja  dijamin lengkap dan sesuai kebutuhanmu!

Apa Itu Ausbildung Jerman? Persyaratan, Tahapan, & Cara Daftar